
Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (FV UNHAS) melaksanakan Banchmarking ke Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (FV UB) dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan dan efektivitas implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini dilakukan di Malang, pada Kamis, 31 Juli 2025. Kegiatan berlangsung di ruang sidang lantai lima gedung Fakultas Vokasi. Kunjungan ini dipimpin oleh Dr. Ir. Agustina Abdullah, S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng., selaku Ketua Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi Fakultas Vokasi UNHAS, turut hadir pada kegiatan ini KTU, Kasubag Akademik dan beberapa Tenaga Kependidikan di lingkungan Fakultas vokasi. Banchmarking ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam penguatan sistem manajemen mutu internal serta akselerasi transformasi pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Salah satu poin penting dalam pertemuan ini adalah proses perencanaan dan pelaksanaan kurikulum berbasis OBE. Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dilakukan secara sistematis, dengan menautkan langsung tujuan pembelajaran terhadap Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Dalam proses ini, evaluasi dan asesmen pembelajaran dirancang untuk memberikan gambaran konkret mengenai ketercapaian hasil belajar, sekaligus menjadi bagian integral dari sistem penjaminan mutu akademik. Kegiatan ini diterima langsung oleh Dr. Ulfa Andayani, S.Si., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Vokasi UB, bersama jajaran Gugus Jaminan Mutu (GJM) dan Unit Jaminan Mutu (UJM) dari departemen Bisnis dan Hospitality serta departemen Industri Kreatif dan Digital, sehingga memberikan kontribusi penting dalam diskusi yang berlangsung interaktif dan konstruktif. Kegiatan studi tiru ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin dalam membangun budaya mutu berkelanjutan. Dengan belajar dari praktik baik institusi lain, Fakultas Vokasi UNHAS menegaskan orientasi pada penguatan tata kelola akademik, penjaminan mutu yang terstruktur, serta kurikulum vokasi yang berbasis pada hasil dan relevansi industry, tutup Agustina Abdullah.




